0

Kelak Lumpuh Berlalu

Kelak berlalu,
yang menjadi masa lalu tinggal lalu
Lantas, apa lagi yang ditunggu?
Daku hanya perlu melaju jangan ragu.

Oh, sungguh.
Jika melajuku bisa melaju
Sudah dari dulu Daku rela beradu padu menyisir rapuh
Melenggang hilang bak gerimis petang menjauh
Nyatanya, kelakku susah berlalu
Sudah kenyang Ia lantaran cintanya terlalu
Tersebba lukisan luka begitu utuh mendayu maju
Menerkam siapa-siapa yang siap begitu

Dakupun mati rindu. Sungguh.
Entah siapa yang begitu terlalu
Apa luka, Kamu, atau Daku
Kemudian, Aku menunggu untuk bisa melaju
Menunggu bisa mensejajarkan langkah denganmu, Tuanku

Meski begitu, aku tetap berhenti di Kamu.
Dengan kamu yang terus melaju tanpa Aku
Begitulah rupanya, Tuanku.
Kelakku memang susah dilalu
Oh, semoga kau tak begitu
Tak perlulah seperti aku yang lumpuh untuk melaju
Tuanku...

0 komentar:

Posting Komentar

Back to Top