0

Desemberku Tiba

Desemberku tiba
Aku senang akhirnya aku harus menghancurkan sisa kenangan yang kian menyusahkan.
Bersama semua keceriaan di malam tahun baru yang kian mendekat, aku harus belajar melepasmu dan berharap akan ada permulaan indah di depan sana.
Seperti akhir desemberku yang diterangi lampu-lampu kembang api yang pecah membabi buta bersama  bintang di langit sana.

Tuan, ingin sekali aku merekatkan semua kenangan pada bara kembang api yang melesat cepat hingga berhamburan lepas di langit sana.
Pecah dan hilang kemudian di telan malam.
Kau pula.

Saat riuh tepuk tangan makin ramai merayakan kemenangan akan semua kenangan-kenangan yang siap untuk ditinggalkan, aku pula siap meninggalkan kamu.
Bersamaan tawaku yang melayang tak karuan menikmati malam pelepasan itu.
Semua kian kabur dalam ingatan.

Saat malam makin malam, semua riuh perlahan hilang.
Tawa-tawa perayaan tadi menyusut dan melemah hingga tak lagi terdengar.
Semua gemerlap kembang api yang berhamburan tiba-tiba melesat diam
Semua hening seperti malam-malam biasa.

Akupun sadar bahwa semua riuh tadi berganti gemuruh kerinduan padamu
Bahwa kenangan itu akan tetap menjadi kenangan yang pekat dan menggebu
Bahwa semua cerita itu akan tetap menyatu dalam aku
Bersamaan rindu yang kian menyusup penuh, aku pernah mencoba melupakanmu.

Desemberku tiba, dan aku masih tinggal di masa itu.

0 komentar:

Posting Komentar

Back to Top