Aku,
beserta seluruh kerinduan ini
Mengadu
Pada tiap-tiap sendu langin
Jejeran bintang yang redup
Aku,
bersama mimpi kelam penuh asa ini
Merintih, bergegas pergi namun masih
Beranjak, meski merangkak
Aku, berjuta kali berkata
Bisanya melangkahi batas kita
Seperti mendung yang menghantam matahari
dan engkau terus berlari
Aku,
terlahir bernama aku, tanpa kamu
"Titik!", kata Ayah Ibuku
Apalagi katamu
APA LAGI?
Setelah turun menapaki tangga tanpa salam,
Kau lupa, pernah mengetuk rumah dengan sopan.
Diposting oleh





0 komentar:
Posting Komentar