Aku belajar banyak hal dari hubungan kita, dari ketersalahan hubungan yang tidak seharusnya ada, kita. Aku menyadari hal-hal yang seharusnya tidak pernah aku inginkan sebelumnya. Aku menyadari, semua apa yang aku anggap bahagia ketika memilikimu itu seharusnya tidak perlu, aku tau aku sudah bahagia sebelum menemukan cinta didalam dirimu. Betapa bodohnya aku, merasakan bahagia bersamamu, bahagia dimiliki olehmu yang hanya sementara waktu itu.
Aku memberimu ruang untuk merasakan gejolak cinta yang aku miliki, aku bodoh bukan? Iya, aku sadari itu. Hingga akhirnya kamu sampai pada titik dimana kamu lupa cintamu yang kau taruh dihatimu untukku yang entah disebelah mana itu. Dan memutuskan untuk meninggalkan hubungan kita yang saling mencinta. Ahh tidak, hanya akulah yang mencinta, tidak denganmu.
Kau sadar, hingga saati ini aku masih mencintaimu namun kuputuskan untuk mengabaikan sisa-sisa perasaan hingga meninggalkan kamu yang sudah lebih dulu meninggalkan aku.
Aku sebut aku sebagai tahanan, yang melarikan diri dan tidak bertanggung jawab atas perasaan-perasaan yang sudah aku pupuk dan kubiarkan menjadi-jadi ini. Hingga kini pun, aku menyadari tiada yang salah soal cinta. Cinta membuat aku merasakan dua hal sekaligus secara bersamaan, bahagia dan sedih. Dan ketika aku terluka karna cinta, luka memaksa aku untuk menjadi sosok yang dewasa. Aku tau hal inilah yang terjadi padaku.
Aku ingin memilikimu dengan sederhana, aku ingin memilikimu dengan sisa-sisa perasaan yang kukubur semenjak kita sama-sama saling meninggalkan meski kamu yang lebih dulu. Aku ingin mencintaimu dan memilikimu tanpa batas waktu. Hinggaku tetap membiarkanmu hadir disisa-sisa cerita malam sendiriku. Aku membiarkanmu tetap melukis kebersamaan kita yang kini sulit kurengkuh (lagi). Kubiarkan cinta tetap hadir dihatiku, kubiarkan cintaku tiada usai. Karna buatku, tiada yang salah soal cinta. Cinta menyadari aku bersikap sabar hingga saatnya tiba aku akan memiliki sosok lelaki, sampai aku menyatu dengan tanah, meski bukan kamu.
Jika lelaki itu benar bukan kamu, beberapa tahun yang akan datang, akan kulihat diriku dicermin dan bayanganmu membuntut dibelakangku dimana aku sedang menggandeng lengan seorang lelaki yang akan kucintai tanpa batas waktu namun hingga akhir waktu dan kita saling membalas senyum. Mencinta tanpa batas waktu, aku bahagia...
Diposting oleh






0 komentar:
Posting Komentar