0

Aku Bernama Tanpa Kamu

Aku,
beserta seluruh kerinduan ini
Mengadu
Pada tiap-tiap sendu langin
Jejeran bintang yang redup

Aku,
bersama mimpi kelam penuh asa ini
Merintih, bergegas pergi namun masih
Beranjak, meski merangkak

Aku, berjuta kali berkata
Bisanya melangkahi batas kita
Seperti mendung yang menghantam matahari
dan engkau terus berlari

Aku,
terlahir bernama aku, tanpa kamu
"Titik!", kata Ayah Ibuku
Apalagi katamu
APA LAGI?

Setelah turun menapaki tangga tanpa salam,
Kau lupa, pernah mengetuk rumah dengan sopan.
0

Kelak Lumpuh Berlalu

Kelak berlalu,
yang menjadi masa lalu tinggal lalu
Lantas, apa lagi yang ditunggu?
Daku hanya perlu melaju jangan ragu.

Oh, sungguh.
Jika melajuku bisa melaju
Sudah dari dulu Daku rela beradu padu menyisir rapuh
Melenggang hilang bak gerimis petang menjauh
Nyatanya, kelakku susah berlalu
Sudah kenyang Ia lantaran cintanya terlalu
Tersebba lukisan luka begitu utuh mendayu maju
Menerkam siapa-siapa yang siap begitu

Dakupun mati rindu. Sungguh.
Entah siapa yang begitu terlalu
Apa luka, Kamu, atau Daku
Kemudian, Aku menunggu untuk bisa melaju
Menunggu bisa mensejajarkan langkah denganmu, Tuanku

Meski begitu, aku tetap berhenti di Kamu.
Dengan kamu yang terus melaju tanpa Aku
Begitulah rupanya, Tuanku.
Kelakku memang susah dilalu
Oh, semoga kau tak begitu
Tak perlulah seperti aku yang lumpuh untuk melaju
Tuanku...
Back to Top