0
Sedang Apa Rupanya
Sedang apa rupanya kau di balik tawamu nan bisu itu?
Aku tak apa.
Sedang apa rupanya kau dibalik tawamu nan rapuh itu?
tersenyum dan menjawab lagi "aku tak apa"
Sedang apa rupanya kau dibalik tawamu nan palsu itu?
Diam dan tumpah ruahlah mutiaranya.
Mengapa diam?
Siapa yang salah ketika satu hati begitu mencinta namun kemudian patah dibuatnya? Saat semua luka kemudian sembuh sendirinya, dia hadir dan membawa gelak tawa. Aku kembali rapuh, saat itu juga.
Kembalilah sepertimu. Dia adalah yang pernah membuatmu begitu patah.
Berlabuhlah Selalu
Berlabuhlah terus di tempat-tempat baru
Jika bagimu lekat dengan bahagia
Tak apa, teruskanlah
Berlabuhlah selalu
Bukan apa-apa bagiku
Sungguh kau hidup dalam aksaraku
Mengendap lagi mengharu biru
Menghalau mimpiku pada yang tak sepertimu
Berlabuhlah selalu
Tak apa, tak lantas aku pantas karna itu
Aku seperti luka yang tak bisa sembuh
Usah menoleh karna itu
Berlabuhlah selalu kasih abadiku
Aku tak apa
Meski ia tumpah ruah
Tak lantas kau menoleh padaku, perempuan pecandu kamu
Jika bagimu lekat dengan bahagia
Tak apa, teruskanlah
Berlabuhlah selalu
Bukan apa-apa bagiku
Sungguh kau hidup dalam aksaraku
Mengendap lagi mengharu biru
Menghalau mimpiku pada yang tak sepertimu
Berlabuhlah selalu
Tak apa, tak lantas aku pantas karna itu
Aku seperti luka yang tak bisa sembuh
Usah menoleh karna itu
Berlabuhlah selalu kasih abadiku
Aku tak apa
Meski ia tumpah ruah
Tak lantas kau menoleh padaku, perempuan pecandu kamu
Langganan:
Komentar (Atom)
Diposting oleh





